Connect with us

Koil

Burung Hantu – Koil

Lirik lagu: Burung Hantu

kau panggil namaku
untuk melayani, seharusnya kau tahu
kau tak perlu kubantu
tangan delapan kepala sembilan
pemberian Tuhan, pernahkah sadar
pernah belajar usah gunakan
aku ingin lari dari kuasamu
aku ingin lari aku tidak mampu
kau panggil namaku
buatku terganggu, semua bicara itu
buat aku bisu, mulut terbuka tak ada
suara serba terpaksa mulut terbuka
tak ada suara usah renungkan
aku ingin lari menghindarkan diri
cari jati diri aku ingin lari
aku ingin terbang jauh seperti
burung hantu entah kemana mau
jadi apa bukan urusanmu aku ingin
terbang jauh melayang tubuhku
entah kemana akan hinggap dimana
melayang tubuhku jauhkan bayangmu
tinggalkan dirimu

READ  Kesepian Ini Abadi - Koil
Continue Reading

Koil

Sistem Kepemilikan – Koil

makan tidak makan bersama
asal kita berdua punya uang berjutajuta
bisalah kita belanja bersukaria
bahkan bisa membeli cinta

peribahasa bodoh yang harus aku dengar
bagaikan suara halilintar
berkumandang memekakkan telinga
dari mulut pemimpin negara sampai para
pelawak pemberontak yang tidak merubah apa apa
dan para pelajar yang
merasa dirinya benar benar pintar

kau kira siapa dirimu
bisa membeli hidupku yang rapuh
mengisi hari bekerja dan patuh
bukan menjadi manusia yang tangguh
aku kira siapa diriku mencoba setia dan tunduk padamu
dan kutanya sanggupkah diriku
membawa mimpiku ke dunia yang baru
mengubur mimpiku agar semua bisa makan

ini negara bodoh yang sangat aku bela
layaknya kekasih yang tercinta
tiap jengkal aku mendaki terasa hampa
sebetulnya apa yang kita miliki? tak ada
kebanggaan terhadap diri sendiri? tidak juga
kepemilikan negara ini?
siapa yang kucacimaki?

kamu dididik untuk bermimpi
kamu terbiasa dibohongi
kamu dihibur ikut bernyanyi
kamu miskin bodoh dan sombong

READ  Hanya Tinggal Kita Berdua - Koil
Continue Reading

Koil

Karat – Koil

Lirik lagu: Karat

aku berkarat seperti besi
setengah mati
hidupku belum berarti
simpan dalam hati
menghisap malam kelam
menatap langit jingga
terasa sangat gelap
terhenyak diam
tenggelam dalam gelap
terbenam lumpur yang pekat
sia sia bohong belaka
tua renta hina
aku berkarat seperti besi
seakan mati
hidupku tidak berarti
mengubur cita cita
tertawa langit jingga
tertindas alam kejam
terserap hitam kelam
terhenyak diam
terbenam sia sia
terbenam sia sia
terbenam sia sia

READ  Ajaran Moral Sesaat - Koil
Continue Reading

Koil

Nyanyikan Lagu Perang – Koil

Sampai kapan kau akan menungguku
Sampai beruban dan waktu terus berlalu

Hei! Hei!

Tidakkah kau bosan menyanyikan keluhan

Hei! Hei!

Mengharap belas kasih atas mental pengangguran

*
Pasti ada cara untuk mencari uang
Pasti ada cara untuk bersenang-senang
Badai pasti datang kita tak akan menang
Mengapa harus bimbang?

Hei! Hei! Hei!

Kita orang pintar dengan otak bersinar
Hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat
Kita orang pintar dengan otak bersinar

Setelah diulang, dari sini lanjut ke ( + )

Perlu lagu perang untuk membungkam setan
(Setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan)

Kamu berdendang lagu putus cinta
Mencari harapan kembali dengannya
Kamu kumandangkan syair keluguan
Keluguan menjerumuskan

Melukai teman tanpa kesadaran
Dan keluguan menjerumuskan, melukai teman
Ikatkan diri pada kesengsaraan

Sampai kapan kau akan terus menunggu
Mendengar buaian lagu-lagu merindu
Dari seorang biduan yang punya banyak pasangan
Dari seorang pahlawan yang menambah garis kemiskinan
Dari seorang sastrawan yang menulis sejarah kebohongan
Dari seorang bersinar hitam yang mengaku dirinya Tuhan

Back to *

Nyanyikan lagu perang

Hei! Hei! Hei!

**
Kita bukan penguasa
Kita rakyat jelata bekerja dan berdoa

Hei! Hei! Hei!

Back to **

***
Kita bangsa yang besar
Berdirilah yang tegar, berdirilah yang tegar

Hei! Hei! Hei!

Back to ***

Heeii i i i

READ  Ajaran Moral Sesaat - Koil
Continue Reading