Connect with us

Ebiet G. Ade

Dia Lelaki Ilham Dari Sorga – Ebiet G. Ade

Dia yang berjalan melintasi malam
adalah dia yang kemarin dan hari ini
akan selalu menjadi ribuan cerita
karena dia telah menempuh semua perjalanan
Dia berjalan dengan kakinya,
dia berjalan dengan tangannya,
dia berjalan dengan kepalanya
tetapi ternyata ia lebih banyak berjalan dengan pikirannya

Dia jelajahi jagat raya ini
dengan telanjang kaki dan tubuh penuh daki
Meskipun ia lebih lapar dari siapapun,
meskipun ia lebih sakit dari siapapun
ia menempuh lebih jauh dari siapapun
Meskipun ia lebih miskin dari siapapun,
meskipun ia lebih nista dari siapapun
Tetapi ternyata ia lebih tegak perkasa dari siapapun

Batu-batu seperti menyingkir
sebelum ia datang, sebelum ia lewat
Semak-semak seperti menguak
sebelum dia injak, sebelum dia menyeberang
Ia berjalan dengan matanya,
ia berjalan dengan perutnya,
ia berjalan dengan punggungnya
tetapi ternyata ia lebih banyak berjalan dengan fikirannya

Gadis-gadis selalu menyapa
karena dia tampan meskipun penuh luka
Kata-katanya tak bisa dimengerti
Tetapi selalu saja akhirnya terbukti
ia lelaki gagah perkasa,
ia lelaki ilham dari sorga,
ia lelaki yang selalu berkata,
“bahwa kita pasti akan kembali lagi kepadaNya.”
du du du du du du du du du du du du

READ  Seraut Wajah - Ebiet G. Ade
Continue Reading

Ebiet G. Ade

Kontradiksi Di Dalam – Ebiet G. Ade

Aku sering merasa kesal serta bosan
menunggu matahari bangkit dari tidur
Malam terasa panjang dan tak berarti
sementara mimpi membawa pikiran makin kusut

Maka wajar saja bila aku
berteriak di tengah malam
Itu hanya sekedar untuk mengurangi
beban yang memberat di kedua pundakku

Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu, pagi
untuk kucanda dan kucumbu
Di situ kudapat cintaku

Aku sering merasa muak serta sedih
bila setiap kali harus kusaksikan
wajah-wajah dusta masih tega tertawa
sementara korban merintih di kedua kakinya

Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu, pagi
untuk kucanda dan kucumbu
Di situ kudapat cintaku

READ  Eksekusi - Ebiet G. Ade
Continue Reading

Ebiet G. Ade

Nyanyian Cinta Satu Ketika – Ebiet G. Ade

Jangan coba bicara, mari kita renungkan
Di dalam sepiku kau diam
Terkubur di batas langit, tersapu debu jalanan
Semua duka kita tinggal

Dengar aku yang bernyanyi, pasti bagi kamu
Ikrarkan kita tak lagi bertengkar
Pegang erat tanganku dan jangan lepaskan
Ikatkan benang kasih sayang

Nampaknya mendung segera lewat, matahari bersinar
Semuanya telah dirancang untuk menyambut kita
Tersenyumlah, mari tersenyum
Hari ini milik kita

du du du du du hm hm hm hm hm hu

Jangan paksa menangis, mari kita fikirkan
Sejarah usang kita buang
Senandungkan satu lagu, agar semua kembang mekar
Harumkan jiwa cinta kita

Dengar aku yang bernyanyi, pasti bagi kamu
Ikrarkan kita tak lagi bertengkar
Pegang erat tanganku dan jangan lepaskan
Ikatkan benang kasih sayang

Nampaknya mendung segera lewat, matahari bersinar
Semuanya telah dirancang untuk menyambut kita
Tersenyumlah, mari tersenyum
Hari ini milik kita

du du du du du hu hm hu
du du du du du hu

READ  Hidupku MilikMu - Ebiet G. Ade
Continue Reading

Ebiet G. Ade

Berjalan Diam Diam – Ebiet G. Ade

Berjalan diam-diam ternyata banyak makna
Setiap sudut dapat aku lihat
semua yang tersembunyi serta merta kubuka
Kotor berdebu, kumuh dan kusam
Seperti apa adanya

Angin menampar-nampar membuatku terperangah
Aku terhenti di kaki bukit
Ranting kering kerontang patah berderak-derak
Sejuta anak sakit dan lapar
menari-nari di mataku, bernyanyi-nyanyi di jiwaku

Gemuruh tanah runtuh menimpa kepala
seiring jerit ngilu menyayat
Gemuruh gumam doa, gerimis air mata
Simpati hanya lewat jendela
Terlampau jauh untuk diraih
Bunga-bunga karang merenda buih air, pecahkan gelombang
Mereka terus merangkak menggapai batang angin
kita tak melihat ho… ho ho

Mari kita bersama-sama berkaca
Lihat luka bernanah di wajah kita
Berjalan diam-diam ternyata lebih bermakna
Semuanya berbicara sejujurnya

Gemuruh tanah runtuh menimpa kepala
seiring jerit ngilu menyayat
Gemuruh gumam doa, gerimis air mata
Simpati hanya lewat jendela
Terlampau jauh untuk diraih
Bunga-bunga karang merenda buih air, pecahkan gelombang
Mereka coba merangkak menggapai batang angin
kita tak melihat ho… ho ho

Mari kita bersama-sama berkaca
Lihat luka bernanah di wajah kita
Berjalan diam-diam ternyata lebih bermakna
Semuanya berbicara sejujurnya

Berjalan diam-diam ternyata lebih bermakna
Semuanya berbicara sejujurnya

READ  Khilaf - Ebiet G. Ade
Continue Reading