Connect with us

Ebiet G. Ade

Senandung Pucuk Pucuk Pinus – Ebiet G. Ade

Lirik lagu: Senandung Pucuk Pucuk Pinus

Bila kita tak segan mendaki
lebih jauh lagi
Kita akan segera rasakan
betapa bersahabatnya alam
Setiap sudut seperti menyapa
Bahkan teramat akrab
Seperti kita turut membangun
Seperti kita yang merencanakan
Pucuk-pucuk pinus seperti berebut
Bergesek berdesak, berjalin tangan
Ranting kering luruh adalah nyanyian
Selaksa puisi bergayut di dahan
leburlah di sini
Kini tinggal menunggu
datang hembusan angin, ho
Sempurnalah segalanya
Bila kita tak segan menyatu
lebih erat lagi
Kita akan segera percaya
Betapa bersahajanya alam
Lumpur kering adalah pedoman
untuk temukan jalan
Dan butir embun adalah lentera
dalam segenap kegelapan
Pucuk-pucuk pinus seperti berebut
Bergesek berdesak, berjalin tangan
Ranting kering luruh adalah nyanyian
Selaksa puisi bergayut di dahan
leburlah di sini
Kini tinggal menunggu
datang hembusan angin, ho
Sempurnalah segalanya
Pucuk-pucuk pinus seperti berebut
Bergesek berdesak, berjalin tangan
Ranting kering luruh adalah nyanyian
Selaksa puisi bergayut di dahan
leburlah di sini
Kini tinggal menunggu
datang hembusan angin, ho
Sempurnalah segalanya

READ  Cinta Di Kereta Biru Malam - Ebiet G. Ade
Continue Reading

Ebiet G. Ade

Dia Lelaki Ilham Dari Sorga – Ebiet G. Ade

Dia yang berjalan melintasi malam
adalah dia yang kemarin dan hari ini
akan selalu menjadi ribuan cerita
karena dia telah menempuh semua perjalanan
Dia berjalan dengan kakinya,
dia berjalan dengan tangannya,
dia berjalan dengan kepalanya
tetapi ternyata ia lebih banyak berjalan dengan pikirannya

Dia jelajahi jagat raya ini
dengan telanjang kaki dan tubuh penuh daki
Meskipun ia lebih lapar dari siapapun,
meskipun ia lebih sakit dari siapapun
ia menempuh lebih jauh dari siapapun
Meskipun ia lebih miskin dari siapapun,
meskipun ia lebih nista dari siapapun
Tetapi ternyata ia lebih tegak perkasa dari siapapun

Batu-batu seperti menyingkir
sebelum ia datang, sebelum ia lewat
Semak-semak seperti menguak
sebelum dia injak, sebelum dia menyeberang
Ia berjalan dengan matanya,
ia berjalan dengan perutnya,
ia berjalan dengan punggungnya
tetapi ternyata ia lebih banyak berjalan dengan fikirannya

Gadis-gadis selalu menyapa
karena dia tampan meskipun penuh luka
Kata-katanya tak bisa dimengerti
Tetapi selalu saja akhirnya terbukti
ia lelaki gagah perkasa,
ia lelaki ilham dari sorga,
ia lelaki yang selalu berkata,
“bahwa kita pasti akan kembali lagi kepadaNya.”
du du du du du du du du du du du du

READ  Eksekusi - Ebiet G. Ade
Continue Reading

Ebiet G. Ade

Kontradiksi Di Dalam – Ebiet G. Ade

Aku sering merasa kesal serta bosan
menunggu matahari bangkit dari tidur
Malam terasa panjang dan tak berarti
sementara mimpi membawa pikiran makin kusut

Maka wajar saja bila aku
berteriak di tengah malam
Itu hanya sekedar untuk mengurangi
beban yang memberat di kedua pundakku

Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu, pagi
untuk kucanda dan kucumbu
Di situ kudapat cintaku

Aku sering merasa muak serta sedih
bila setiap kali harus kusaksikan
wajah-wajah dusta masih tega tertawa
sementara korban merintih di kedua kakinya

Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu, pagi
untuk kucanda dan kucumbu
Di situ kudapat cintaku

READ  Berjalan di Hutan Cemara - Ebiet G. Ade
Continue Reading

Ebiet G. Ade

Nyanyian Cinta Satu Ketika – Ebiet G. Ade

Jangan coba bicara, mari kita renungkan
Di dalam sepiku kau diam
Terkubur di batas langit, tersapu debu jalanan
Semua duka kita tinggal

Dengar aku yang bernyanyi, pasti bagi kamu
Ikrarkan kita tak lagi bertengkar
Pegang erat tanganku dan jangan lepaskan
Ikatkan benang kasih sayang

Nampaknya mendung segera lewat, matahari bersinar
Semuanya telah dirancang untuk menyambut kita
Tersenyumlah, mari tersenyum
Hari ini milik kita

du du du du du hm hm hm hm hm hu

Jangan paksa menangis, mari kita fikirkan
Sejarah usang kita buang
Senandungkan satu lagu, agar semua kembang mekar
Harumkan jiwa cinta kita

Dengar aku yang bernyanyi, pasti bagi kamu
Ikrarkan kita tak lagi bertengkar
Pegang erat tanganku dan jangan lepaskan
Ikatkan benang kasih sayang

Nampaknya mendung segera lewat, matahari bersinar
Semuanya telah dirancang untuk menyambut kita
Tersenyumlah, mari tersenyum
Hari ini milik kita

du du du du du hu hm hu
du du du du du hu

READ  Dongeng Dari Negeri Antah Berantah - Ebiet G. Ade
Continue Reading