Connect with us

Vina Panduwinata

Wow – Vina Panduwinata

Ingatlah kita waktu remaja
pertama kali ama lelaki
Getaran jantung mengguncang bumiku
bila disentuh bibirku yang malu

Mengapa sekarang sama rasanya
aku melayang di samping dia
Tapi aku bukan kini sendiri
yang terbawa hanyut ombak asmara

Wooww
kumelihat cinta
di bola matanya
Panahnya menuju (tepat) ke arahku

READ  Mohon Ampun - Vina Panduwinata
Continue Reading

Vina Panduwinata

Burung Camar – Vina Panduwinata

Burung camar, tinggi melayang
Bersahutan, di balik awan
Membawa angan-anganku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan

Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Ceria slalu menggoda

Tiba-tiba ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan tlah menghilang
Langit gelap walau tak bermega

Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Hanya kisah sedih nada duka, hati yang terluka
Tiada teman, berbagi derita,
bahkan untuk berbagi cerita

Burung camar, tinggi melayang
bersahutan dibalik awan
Kini membawa anganku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku

READ  Dia - Vina Panduwinata
Continue Reading

Vina Panduwinata

Bukalah Matamu – Vina Panduwinata

Bukalah matamu
lihatlah diriku
yang selama ini
merindukan hadirmu
(selalu bersamamu)

Kau tak perduli
atau tak mengerti
apa arti cinta suci
bagi dirimu

Salahkah aku
bila kuragu akan cintamu
yang tak pernah pasti

Salahkah aku
bila kujatuh, jatuh cinta lagi
bukan pada dirimu

Bukalah matamu

READ  Sungguh - Vina Panduwinata
Continue Reading

Vina Panduwinata

Duniaku Tersenyum – Vina Panduwinata

Lingkaran ayu rembulan tampak tersenyum
Di saat tiup bayu s’makin dalam
Sengaja kutelah hadir di malam ini
membawa nun janji
dan basa-basi

Kau sambut dalam dekapan
penuh kehangatan
Sirnalah impi kini
secerah asa yang kunanti

Misteri
yang kautaburkan selama ini
ternyata hanya penutup pribadi
Penuh rahasia di hati
tiada ungkap diri
anggun nan tiada henti
t’lah membawa simpati

Reff.
Sejuta kasih
sejuta selimut diri
Di singgasana ‘smara abadi
Kini tiada kan tertunda
hari-hari ceria yang kunanti
juwita hati

Dan tiada mungkin
akan terjadi kembali
resah gelisah menggoda diri
Kau berikan nur cahaya
penerang kalbu
penyejuk jiwa

Ketika
kicau burung tiada lagi ada
terdengar di sela heningmu malam
Kau buka tabir hidupmu
sesederhanamu
Dan penuh liku haru
kusimpan dalam kalbu

Semasa nun nestapa
hadir mewarnai cita
oh bahagia bahagia

READ  Di Dadaku Ada Kamu - Vina Panduwinata
Continue Reading